Ratusan warga memadati Pendopo Balaidesa Karangtanjung (11/02) Rabu malam, dalam acara pagelaran seni wayang kulit . Kegiatan ini menjadi bagian dari acara inti Ruwat Desa Karangtanjung yang dikuti dengan penuh antusias oleh warga.
Selain dihadiri oleh Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) , turut hadir pula jajaran Kepala Desa se-Kecamatan pada acara pagelaran seni wayang kulit tersebut .
Rangkaian kegiatan Ruwat Desa telah digelar sejak pukul 08.00 WIB, diawali dengan kegiatan bari’an yaitu doa bersama dengan ditutup saling bertukar makanan yang telah dibawa masing-masing warga dari rumah. Hal ini sebagai bentuk rasa syukur terhadap nikmat yang telah diberikan oleh yang Maha Kuasa serta mencerminkan filosofi budaya jawa "Rukun Agawe Santosa, Crah Agawe Bubrah" yang artinya hidup rukun membuat kuat/bersatu , sedangkan pertikaian membuat berantakan/bubar.
Dilanjutkan pada pukul 14.00 WIB, prosesi “Ngruwat” yaitu memanjatkan harapan serta doa keselamatan bagi seluruh warga Desa Karangtanjung yang dilakukan oleh sesepuh dan pinisepuh Desa .
Acara inti Pagelaran seni wayang kulit dengan dalang Ki Hasan dilaksanakan ba’da isyak sampai dengan waktu subuh , pada acara ini selain menyaksikan pertunjukan warga juga dapat bersama-sama menikmati hidangan yang telah disediakan.
Kepala Desa Karangtanjung, Hendro Harjo Suwito , menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh warga yang turut hadir pada acara ruwat Desa Karangtanjung. Menurutnya kegiatan ini bukan sekeder seremonial, tetapi juga merupakan momentum refleksi bagi seluruh warga serta pemerintah desa.
"Dengan semangat kebersamaan akan melahirkan kerukunan dan menciptakan suasan desa yang tentram". Pungkasnya .(al)